Demam BlackBerry rupanya sedang melanda jakarta. Bukan sesuatu yang luar biasa lagi jika melihat orang menenteng-nenteng ponsel pintar seperti BlackBerry. Gadget yg 1 ini bukanlah lagi sebagai alat untuk membantu pekerjaan, namun sepertinya sudah menjadi gaya hidup. Mulai dari pelajar, hingga ibu rumah tangga berlomba-lomba untuk memiliki gadget ini, walaupun pada akhirnya hanya digunakan untuk chating, buka facebook dan sms-an.
Setelah gw melakukan wawancara kecil-kecilan terhadap beberapa responden (teman kampus), hasilnya rata-rata membeli karena dibilang, lucu lah, karena suka aja lah, buat chating ma facebookan, buat ngetik tuh enak, dsb. Namun, seberapa butuhkah kita akan gadget yang ga murah ini?? Mungkin ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum membeli ponsel pintar ini.
-- tidak butuh layanan push e-mail.
Ini merupakan jualan utama blackberry. Kemahiran blackberry mengolah push e-mail sehingga dengan mudah masuk ke ponsel, melambungkan nama RIM (produsen BlackBerry) sebagai jagoan penyedia layanan ponsel bisnis. Jadi, bila kita tidaklah sering mengecek e-mail, maka BlackBerry bukanlah untuk kita.
-- Butuh ponsel dengan baterai yang tahan lama.
Layanan push e-mail yang terus menerus aktif, sudah barang tentu akan sangat menguras kekuatan baterainya. Tidak suka keseringan nge-charge? kalau begitu jangan pakai BlackBerry.
-- Butuh Bluetooth untuk mentransfer file.
Bukan berarti BlackBerry tidak ada bluetoothnya, namun sayangnya bluetooth di BlackBerry tidak mau menerima transfer dari ponsel lain.(Ini jawaban khusus buat thea, yang mengeluhkan bluetooth BB-nya). Terpaksa kita harus mentransfernya dulu ke komputer. Di komputer disimpan di dekstop tools dan kemudian baru bisa ditransfer ke BlackBerry. Cukup menyita waktu bukan? Namun, bluetooth BlackBerry masih bisa digunakan untuk mentransfer berkas ke device lainnya.
*sumber : wartakota.
-::- Read More...... -::-
Ini merupakan jualan utama blackberry. Kemahiran blackberry mengolah push e-mail sehingga dengan mudah masuk ke ponsel, melambungkan nama RIM (produsen BlackBerry) sebagai jagoan penyedia layanan ponsel bisnis. Jadi, bila kita tidaklah sering mengecek e-mail, maka BlackBerry bukanlah untuk kita.
-- Butuh ponsel dengan baterai yang tahan lama.
Layanan push e-mail yang terus menerus aktif, sudah barang tentu akan sangat menguras kekuatan baterainya. Tidak suka keseringan nge-charge? kalau begitu jangan pakai BlackBerry.
-- Butuh Bluetooth untuk mentransfer file.
Bukan berarti BlackBerry tidak ada bluetoothnya, namun sayangnya bluetooth di BlackBerry tidak mau menerima transfer dari ponsel lain.(Ini jawaban khusus buat thea, yang mengeluhkan bluetooth BB-nya). Terpaksa kita harus mentransfernya dulu ke komputer. Di komputer disimpan di dekstop tools dan kemudian baru bisa ditransfer ke BlackBerry. Cukup menyita waktu bukan? Namun, bluetooth BlackBerry masih bisa digunakan untuk mentransfer berkas ke device lainnya.
*sumber : wartakota.




